Sunday, December 30, 2012
Saturday With Mr. Kula
But this week is not as ever before, politics was uncharactheristically put aside and the moment I sat on the couch, the first thing he asked me was about my future planning. What am I gonna be? My career prospect, when am I gonna get married? I guest it's a sign that we are getting closer as friends and i kind of like it. Since he started with personal questuons, i followed the same pattern, I asked him "If I may ask you (he's 79, of course I must show some respect, right?), you are Buddhis, right?" "No, I'm Hindu", he replied. Then began the exciting part of our conversation that evening.
I told him I'm doing some research on Buddhism, "Hinduism will be next" I made an immediate plan when he said he is an hindu not buddhis as I thought, haha. He got excited "Good!" He replied. "We must stay firm with our religion and at the same time broaden our knowledge of other religions." He continued. "For me, in multi-cultural & multi-religious country like Malaysia, we must learn to respect each other and we can never respect them if we don't understand them; their culture, their relegion" I added.
"Yes but some muslims are too afraid of other religions, they are afraid that it might influence the muslims. But by not knowing others, you will start being intolerant and suspicious" Mr. Kula elaborated, being frank.
"Fear of the unknown" I added, "Honestly, Mr. Kula, I become more convinced of my religion by learning other religions. Seriously, people will fear something they don't know"
"Some people have dichotomous mindset; if i am right, then you are wrong" Mr. Kula said.
"They live in a world of black and white," I smiled then asked for his permission to go back as I listened to azhan of maghrib prayer from nearby masjid.
As I'm leaving, he said, "This has been a very good conversation, we must have more of this"
"Why not, this is just an introduction," I smiled and left.
On the way home, i was thinking about a novel i've just read 'Tuesday with Morrie' by Mitch Albom then it crossed my mind that I could write my own version of the novel, Saturday with Mr. Kula.
That is a pretty interesting idea, isn't it?
Wednesday, September 12, 2012
Sudahkah aku berubah?
- Gemuk, makan banyak (erk, ada kaitan dengan kepimpinan ka?)
- Banyak baca lagi!!! (memang tanda seru ditulis tiga kali)
- Jangan terlalu tegas dengan pendapat sendiri, cuba dengar orang lain
- Jaga akademik
- Bila nak bininya (WTH? haha)
- Control macho (pulak, kiki)
- Terlalu banyak (kerap) tidur pagi
- Malas belajar masak
Wednesday, September 05, 2012
Cemerlang Dengan Keghairahan
Bagi aku, perkara yang paling penting dalam melakukan sesuatu yang besar & signifikan dalam kehidupan kita adalah passion...keghairahan (bunyi sedikit sensual & gersang=p). Baik memilih bidang pengkhususan di universiti, memilih kerjaya atau memilih pasangan hidup, apatah lagi memilih jalan perjuangan. Melakukan semua itu tanpa keghairahan, kita hanya menempah kegagalan.
Melakukan kerja dakwah juga harus secara passionate. Da'ie yang berdakwah hanya kerana faktor luaran; kewajipan, kebobrokan sosial masyarakat dan desakan luar yang lain secara sunnahnya tidak akan bernafas lama dalam medan dakwah. Setelah 10 tahun berdakwah, keadaan sosial masyarakat makin meruncing, mungkin kita akan merasa seolah-olah kerja dakwah yang kita buat sia-sia tiada kesan. Di kala itu, masih gagahkah kita untuk berdakwah? Ketika masih seorang pelajar, tanggungjawab kita tidak banyak, maka tanggungjawab dakwah sering kita utamakan. Bayangkan bila kita berraduasi nanti, punya bos untuk dipatuhi, punya anak isteri untuk dijaga dan lain yang semuanya merupakan tanggungjawab dan kewajipan. Cuba tanya diri kita, di kala tanggungjawab bertimbun-timbun, masihkan tanggungjawab dakwah berada di hierarki teratas? Atau sudah terpelosok ke bawah?
Kerana itu, force & drive untuk melakukan kerja dakwah itu harus datang dari dalam, inside-out. Merasakan kerja dakwah itu sebagai jalan untuk beroleh cinta Allah & rasulNya, merasakan yang kerja dakwah itu memenuhi makna hidup kita. Jika kita mampu berbuat begitu, percayalah, sehari kita tinggalkan kerja dakwah, hidup kita kan terasa kosong, bagai ada sesuatu yang hilang tak terisi. Seperti makan, sehari tak makan terasa lapar kerana makan itu keperluan. Maka dakwah juga harus begitu. Dakwah menjadi makna hidupnya, menjadi jalan cintanya kepada Tuhannya, menjadi keghairahan hidup yang tidak terganti oleh sesuatu apapun.
Tuesday, July 17, 2012
Words of Wisdom by Prof Tariq Ramadan
Alhamdulillah, last night at CAC, UIAM I had an opportunity to attend a much-awaited lecture by Prof. Tariq Ramadan, professor of Contemporary Islamic Studies at Oxford University. During his one-week-long lecture-tour in Malaysia, I got chance to go to three of his lectures. The insightful talk by Prof. Tariq Ramadhan last night is entitled "In the Footstep of Rasulullah; what should Muslim contribute to the World".
As the input is so numerous to write, so i choose to summarize in a form of words of wisdom by Prof. Tariq Ramadan. May it be beneficial, to you and me.
"Our relationship with Allah is a LOVE STORY"
"The first dimention to change - to follow Rasulullah saw - is to change the way we look at ORDINARY things like nature and the poor"
"If you are happy with what you are not doing, it is HIPOCRACY but if you are struggling with what you are not doing, it is SINCERITY."
"Starting point in spirituality is to look at nature as a GIFT"
"You neglect your nature, you neglect your heart"
"Don't clap. stand up now and do something!"
"Let us monopolize good deeds"
"It is easy to condemn others when you are not doing what you are supposed to do"
"The poor & the oppressed are ignored by the powerful but celebrated by the believers"
"Are you close to the powerful or the neglected, the poor or the marginalised?"
"Understanding with your mind would lead you to arrogance. But understanding with your heart is the source of humility. Imaan is beyond reality."
"The first thing the capitalist entertainment makes you do is it makes you forget of DEATH; that you are going to die!"
"The purpose of education is not only to teach the know-how but more importantly to stress on meaning and deep understanding"
"Education is supposed to produce not only an efficient citizens but also a DIGNIFIED citizens"
"Education is a mean to equip people to face reality not to deny the reality"
"Rasulullah talked beautifully; few words but deep meaning"
"There is dignity in your being even if there is indignity in your behaviour"
"It is not that you love that you are known. Love always needs repeatition"
"We (muslim) must not in the name of our specificity, deny our similarity (with other religions & philosophies)"Tariq Ramadan, 16 July 2012, UIAM, Malaysia.
Monday, May 07, 2012
Pesta Buku & Pesta Baca
Ini buku-buku yang aku laburkan lebih RM 200 untuk beli. Moga manfaatnya berganda-ganda.
- Cinta di Rumah Hasan Al Banna oleh Muhammad Lili Nur Aulia
- Spiritual Reading oleh Dr. Raghib As Sirjani & Amir Al-Madari
- 40 Strategi Pendidikan Rasulullah oleh Sheikh Abdul Fattah Abu Ghuddah
- Sisi-sisi Cinta Nabi Muhammad SAW oleh Dr. Nizar Abazhah
- Tip & Trik Usrah oleh Syed Faiz & Yusri Yusopp (dua-dua senior aku@UM)
- On The Origins of Human Society oleh Malik Bennabi (terjemahan ITNM)
- Freefall@Merudum oleh Joseph E. Stiglitz (terjemahan)
- The Post-American World oleh Fareed Zakaria (terjemahan)
- Fiqh Politik Hasan Al Banna oleh Dr. M. Abdul Qadir Abu Faris
- Agama & Politk oleh Sheikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi
- Rejuvenasi PAS oleh YB Dr. Mujahid Yusof Rawa
Wednesday, January 18, 2012
Usrah bersama Pak Subky Latif
Pak Subky merupakan seasoned politician PAS yang pernah memegang jawatan Ketua Penerangan PAS Pusat suatu ketika dahulu, beliau memasuki PAS setelah PAS ditendang keluar oleh UMNO daripada Perikatan.
Sunday, January 01, 2012
Radical Reform: The Book That Makes My Day

2012 : reBLOGGING
Kurang lebih 3 jam tadi kita dah masuk tahun baru. Alhamdulillah. Punya la banyak program sempena sambutan tahun baru (yang halal la bro, lebih 10 pilihan program sekitar Lembah Klang) sampai aku confused nak pergi yang mana satu...At the end, aku end up lepak kat kedai mamak (port biasa) tengok MU lawan bola=)
Back to the topic, 2012 & reblogging. Aku sebenarnya segan nak update blog ni, member-member ramai dah perli aku sebab istiqamah update 2 tahun sekali. Tapi macam aku cakap tadi, ni azam tahun baru ni. So, lantak lah apa diorang nak kata.
Aku dari dulu sampai sekarang inshaAllah ada ja idea untuk menulis. Cuma bezanya 2012 ni, aku akan pastikan idea-idea tu aku curahkan pada blog aku ni. No more excuse. Harus rajin & konsisten menulis! Buat masa ni (kiranya dalam period warming up la) aku target 1 entry per week. InshaAllah.
Kandungannya...ikut suka hati aku, kan ni blog aku. Apa sahaja yang aku rasa interesting and/ or bermanfaat untuk aku kongsikan, inshaAllah aku tulis. It can be about my daily life, my family, politics, books that i read, people i meet etc etc.
Ok lah, cukup untuk first entry (after more than 2 years). Hopefully, next week akan ada new entry. Salam.
Saturday, July 31, 2010
Selepas hampir 2tahun.......
Dulu, bila banyak orang jadi bloggers, aku pun nak ada blog. Ikut trend semasa kononnya, akhirnya tersadai hampir 2 tahun tak di update=(
Kalau kita menghafal Quran, berdosa kalau kita lupa apa yang dah kita hafal. Jadi kita selalu 'hangat'kan balik takut-takut lupa, dan mengundang dosa.
Tapi prinsip yang sama not applied when it comes to blogging. Blog dah dibuat, terisi untuk 4,5 bulan pertama,then silence took over; sunyi, sepi bagai tak berpenghuni.
Entah kenapa malam ni, all of a sudden, tergerak pula jari-jari ni untuk menulis..... but I won't say that it's not gonna hibernate again!
Tapi, aku akan cuba....Terlalu banyak yang sudah berubah from the last time I updated this blog. Aku juga sudah banyak berubah dan InsyaAllah perubahan itu akan aku manifestasikan pada blog ini, InsyaAllah, InsyaAllah....
Thursday, November 20, 2008
SYAHID ATAU TIDAK? Satu Pencerahan


Saya hormati pandangan beliau. Tapi saya juga merasakan tidak adil jika kita membuat sebarang judgement tanpa dikuatkan dengan hujah yang kukuh. Artikel yang saya petik daripada http://ihwansalafy.wordpress.com/ ini in'Allah dapat memberikan kita sedikit pencerahan.
Klik di sini untuk membaca artikel tersebut.
Moga pandangan kita selaku hamba Allah yang serba jahil ini tidak menzalimi sesiapa, juga bebas dari telahan emosi yang selalunya mendorong kita bertindak tidak rasional.
AL FATIHAH BUAT PAK DIN
Walaupun saya dan rakan serumah hanya mengenali dan berjumpa dengan beliau ketika solat berjemaah di masjid Cina, berdekatan rumah sewa di Seksyen 17 PJ, namun pemergian beliau kami rasai.
Beliau orang yang cukup peramah, pemurah dan kental.
Pak Din gemar sekali bercerita tentang zaman remajanya ketika sebelum merdeka dahulu. Cerita itulah yang diulang-ulangnya setiap kali berbual bersama. Kadang-kadang terasa bosan juga mendengar cerita sama, tapi keramahan beliau melayan kami menyebabkan kami senang berada bersama beliau.
Kalau mengikut apa yang Pak Din sendiri cakapkan beberapa bulan sebelum pemergiannya, umurnya sudah mencecah 109 tahun! Umur yang cukup lanjut bagi orang Malaysia, juga bagi umat Nabi Muhammad yang rata-ratanya hanya punya hayat hidup sekitar 60-70 tahun sahaja.
Namun kesungguhan dan disiplin Pak Din tetap 'muda', malah mungkin lebih 'muda' daripada kami yang baru berumur awal 20-an ini. Ketika sihat dulu, setiap kali waktu solat, pasti Beliau orang pertama sampai ke masjid, tidak kira subuh atau magrib, zohor atau asar, hanya dengan berjalan kaki. Kami pula selalu saja masbuu'. Teruk sungguh!
Kini Pak Din sudah tiada, tapi contoh perilaku baik yang beliau ajarkan pada kami melalui perbuatan beliau, in'Allah akan kami cuba contohi. Istiqamah dan tegarnya beliau dalam Ibadah, kemurahan hati beliau pada memberi, juga keramahan beliau.
Moga Pak Din dirahmati Allah dan moga roh beliau ditempatkan bersama-sama roh orang-orang yang Soleh di sisi-Nya. AMEEN
Thursday, November 13, 2008
LATIHAN KEPIMPINAN ISLAM UNIVERSITI MALAYA (LAKIUM 08)
Tempat : Sukida Resort, SemenyihTarikh : 18-20 November 2008
Banyak yang istimewa tentang program ini; kerjasama yang julung-julung kalinya dengan PUM, program pertama PMIUM di luar kampus untuk sesi ini. Tapi yang paling istimewa pastinya kembalinya legasi LAKIUM di Uni Malaya.
LAKIUM pernah menjadi program tahunan PMIUM satu ketika dahulu. Program yang membina mahasiswa muslim untuk benar-benar layak digelar MAHAsiswa, program yang membina pemimpin; untuk kampus dan masyarakat.
Kini setelah hampir 6 tahun ia ber'kubur', LAKIUM hidup kembali. Harapan pasti tinggi, untuk melihat LAKIUM ini sehebat dulu, dalam mengembalikan jiwa beragama kepada setiap mahasiswa, agar KEMAHASISWAAN mahasiswa itu dikembalikan.
Tahniah buat sahabat-sahabat yang berusaha keras untuk memastikan comeback ini. Moga segalanya berjalan lancar buat kita.
Untuk bersama-sama the comeback legacy of LAKIUM, click HERE!
Ketika Cinta Bertasbih
The exam is not over yet, but here it comes; another programme of PMIUM!Penghargaan yang setingginya saya ucapkan kepada Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Malaya (PPIUM) atas usaha keras mereka untuk membawa masuk Habiburrahman El Shirazy ke Uni Malaya seterusnya memungkinkan kerjasama antara PMIUM dan PPIUM serta PBMUM dan PMAPIUM.
Buat Syamsuri (Presiden PPIUM), Yasin(Pengarah Program), Wasif(Presiden PBMUM) dan Hafiz Ilyas(PMAPIUM) serta sahabat-sahabat yang menjadi tulang belakang kepada program ini, terima kasih atas komitmen kalian. Moga kita akan diberi peluang untuk bekerjasama lagi dimasa akan datang.
Monday, November 10, 2008
STUPID Fatwa Everywhere?
Bila saya menonton video demonstrasi oleh sekumpulan gadis muda (muslim dan non-muslim), berarak sekitar ibukota, melaungkan “who cares, who cares! Stupid Fatwa everywhere!” membantah fatwa pengharaman tomboy, I cant escape myself from getting furios.
Saya marah kerana ada golongan bukan Islam yang berani mempersoalkan urusan agama Islam, kononnya untuk membela hak wanita. Saya kecewa kerana bertambah lagi golongan yang lahirnya Islam tapi bila dewasa dan sudah ‘pandai’ berfikir agaknya, mereka turut sama menentang Islam. Bertambah lagi list panjang penentang agama atas dasar hak asasi, menyertai perjuangan bangsat SIS dan rakan-rakan mereka.
Atas nama feminism dan kebebasan hak asasi manusia, urusan agama dipersoalkan bahkan ditentang secara terbuka. Kononnya arahan agama itu bertujuan mengongkong wanita, dan kata mereka Islam seolah-olah menyalahkan wanita atas segala kebobrokan sosial sekarang, rogol, sex bebas, dan sebagainya. Bila lelaki gagal dikawal, solusinya mudah, kawal wanita, selesai masalah.
Untuk rakan-rakan saya yang muslim yang tidak bersetuju dengan sesetengah arahan agama,ini nasihat saya- Agama ini bukan hanya urusan akal, tapi kombinasi akal dan iman. Kerana itu bila agama itu dilihat hanya pada rasional akal, mudah benar kita akan melenting menuduh agama itu mengongkong dan mendiskriminasi. What we see is what we get!
Untuk rakan-rakan saya yang bukan beragama Islam yang menentang fatwa dan sebagainya yang berkaitan agama Islam, ini nasihat saya; betul kita semua punya hak kebebasan suara, tapi jangan sampai ia mencabar sensitiviti beragama, jangan sampai ia mencetus ketegangan antara kaum.
Amaran saya kepada mereka, jangan sekali-kali mencampuri urusan agama Islam! Saya hormati kamu sebagai orang yang sebangsa dengan saya, bangsa Malaysia. Tapi jangan sampai hormat itu hilang dan diganti dengan benci!
Sunday, November 09, 2008
SELAMAT TINGGAL PARA SYUHADA’

Kira-kira jam 1 pagi tadi, telah ‘terbang’lah roh tiga orang syuhada’ menemui Allah. Assyahid Imam Samudera, Amrozi dan Mukhlas telah di eksekusi dengan cara tembak.
Tahniah kerana Allah telah kabulkan cita-cita kalian untuk mati syahid di jalan Allah. Moga kami yang masih hidup di dunia ini akan menyusul kalian, untuk juga mati pada jalan perjuangan Islam.
Al-Fatihah!






